BusHolic; A History

Entah sejak kapan aku mengidap penyakit ini, kecanduan melihat bis dan rasa ingin tahu segala sesuatu tentang bis baik itu jenis chassis, Body, Livery dan interiornya. Masih melekat erat dikerak memoriku bagaimana dulu ketika aku masih Sekolah Dasar tanpa sepengetahuan kedua orang tua, aku naik sepeda menuju jalur Pantura dan dengan sabar duduk berjam-jam dipinggir jalan mengamati bis yang lalu-lalang ketika itu ada rasa yang menjalar disekujur tubuhku kala melihat bis yang aku sendiripun  tidak bisa menjelaskan rasa itu.

Aku menikmati bis, layaknya seseorang yang menikmati sebuah maha karya seni dimana batin ini sangat terpuaskan. Di Indonesia secara ukuran bis dapat dibedakan menjadi beberapa kategori yaitu small Bus, Medium bus dan Big bus dan Chassis yang familiar dipakai di Indonesia antara lain Hino, Mercedes-Benz, Scania, Volvo, Mitsubishi untuk yyang terakhir lebih banyak digunakan untuk  small dan medium bus, pabrikan  asal China sekarang ikut bermain dalam dunia perbisan Indonesia ditandai dengan munculnya Chassis Golden Dragon, Yu Chai dan Don Feng.

Perusahaan karoserie pun sekarang mulai pintar menarik minat para operator bis dengan merilis berbagai produk varian body yang yang ciamik dan futuristik, Contohnya Adiputro dengan produk premiumnya yang berlabel Jetbus HD, Laksana dengan Legacy Sky SR-1, Rahayu Sentosa dengan New Celcius-nya, Tentrem melabeli produk teranyarnya dengan julukan Scorpion King, Morodadiprima dengan New Patriot, Tri Jaya Union dengan Pointer.

Tak ketinggalan pula para operator bis ingin menarik para penumpang dengan melabeli setiap kelas dalam bisnya dengan label-label yang kadang terdengar bikin horny, misal Nusantara memberi label Premier Class Signature Class Omah Mlaku dan Omah Mlayu, Bejeu dengan label Royal Platinum Class, Metro Permai dengan label High Class, Shantika dengan label Five Star Bus. Disamping semua itu masih ditambah dengan seabrek fasilitas seperti Wi-Fi, Leg Rest, Karaoke dsb

Sampai sekarang penyakit itu tumbuh subur dan beranak-pinak dalam tubuhku, sebuah penyakit yang hanya bisa disembuhkan dengan melihat bis. Dan lebih celakanya lagi sekarang aku menemukan sebuah wadah, tempat berbagi orang-orang yang sama denganku yaitu sebuah komunitas pecinta bis di Indonesia. BMC (Bis Mania community).

And now, aku sangat menikmati penyakit ini.

Tentang arief nanda

the propaganda
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s