Mari Ngobrol

Sudah lama saya tidak posting tulisan, dan tiba-tiba tadi sore ketika sedang Tuma’ninah semedi diatas kloset saya mendapat inspirasi sehingga terbitlah tulisan ini. Cekidot..
Kenapa saya memberi judul tulisan ini mari ngobrol bukan mari bercinta karena saya melihat masyarakat kita dewasa ini sudah jarang meluangkan waktu untuk aktivitas yang satu ini baik itu pada pasangan maupun pada sesamanya sehingga akhirnya memunculkan banyak salah paham dan yang lebih parahnya lagi dapat menimbulkan disintegrasi bangsa (dasar lebay gak segitunya kalee..), sedangkan kalo mari bercinta tanpa adanya propaganda ini pun kalian adalah orang-orang yang sudah sangat rakus untuk aktivitas yang satu ini, hehe. Piss..
Okey, pertama kita mulai dengan persepsi. Masyarakat kita khususnya kaum Adam memiliki persepsi bahwa dirinya adalah superior bahkan cenderung egois sehingga tidak perlu memahami pasangan atau orang lain akan tetapi pasangan atau orang lain lah yang perlu memahaminya, hal ini tidak mengapa jika pasangan atau orang lain memiliki kemampuan yang baik dalam hal memahami. Lha masalah akan muncul manakala pasangan atau orang lain itu tidak memiliki kemampuan tersebut atau bahkan bisa dikatakan cukup “bebal”. Persepsi ini ada karena mungkin sudah fitrah yang dimiliki oleh kaum Adam serta kaum laki-laki yang dogmatis disebabkan oleh warisan kultur dari penjajah dulu yang menganggap bahwa derajat wanita lebih rendah daripada laki-laki. Setelah membaca paragraf ini jangan menganggap kalo saya adalah aktivis gender garda depan lho, saya hanyalah seorang counselor biasa yang butuh kasih sayang, hikz-hikz..
Kedua, mengobrollah. Aktivitas ini memang terlihat sepele dan remeh-temeh akan tetapi jika di aplikasikan dengan penuh penghayatan dan mengesampingkan ego masing-masing maka akan menghasilkan sebuah hasil yang sungguh maha dahsyat melebihi rudal squad milik korea utara yang konon mampu membawa hulu ledak sampai ke Hawai. Ngobrol disini lebih tepatnya sharing yaitu saling berbagi keinginan, keluhan atau uneg-uneg sehingga mampu ditemukan sebuah titik temu dari dua pola pikir yang berbeda dan akhirnya kita semua mampu seiring sejalan tanpa ada silang pendapat atau saling ngotot dengan pendapat pribadi masing-masing. Dan cobalah untuk memulai untuk ngobrol dalam hitungan ketiga kawan, dan percayalah sharing itu sexy.
Saat ini waktu menunjukkan pukul 23.07, sudah larut malam ternyata tidur ach. Oiya saya mohon komentar, kritik serta cacian untuk tulisan ini yak. Love you..

Tentang arief nanda

the propaganda
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s